Welcome to Iamfauzie.blogspot.com - Welcome To My Blog's - Welcome to Iamfauzie.blogspot.com - Welcome To My Blog's - Welcome to Iamfauzie.blogspot.com - Welcome To My Blog's - Welcome to Iamfauzie.blogspot.com - Welcome To My Blog's
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2011

Empat Mahasiswa UI Berlaga di Forum Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Empat mahasiswa Universitas Indonesia terpilih mewakili Indonesia dalam ajang 'The 1st Asia Pasific Youth Caravan Cross The Border, Dive into Diversity' di Republik Korea Selatan.
Keempat mahasiswa tersebut adalah David Immanuel Sihombing (Teknik Sipil), Ladia Fitrah (Hubungan Internasional), Hindun Harahap (Hubungan Internasional) dan Mia Amelinda (Kriminologi), kata Plh Kepala Kantor Komunikasi UI I Ketut Surajaya di Depok, Jumat (2/12).
"Dalam kegiatan APYC tersebut, para mahasiswa UI mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Indonesia," katanya.

Selain itu juga mengangkat isu pembalakan hutan secara liar di bumi Kalimantan dan memaparkan mengenai cara-cara yang dilakukan Indonesia dalam menjaga toleransi keberagaman di Indonesia.
APYC adalah salah satu program Asia-Pasific Centre of Education for International Understanding (APCEIU) di bawah naungan UNESCO. Program ini bertujuan menciptakan diskusi positif terhadap isu-isu keanekaragaman hayati dan budaya di Asia.
Hal tersebut, katanya, tentunya mampu meningkatkan signifikansi warisan budaya dan alam UNESCO, memperkuat hubungan antar pemuda se-Asia Pasifik, menciptakan semangat kolektif terhadap para pemuda Asia terhadap isu-isu transnasional, serta membentuk jaringan pemuda di kawasan Asia Pasifik.
Acara berskala global ini diikuti lebih dari 30 delegasi dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Pakistan, Fiji, Papua Nugini, Filipina, Korea Selatan, Kazakhstan, Laos, Thailand, Malaysia, Timor Leste, Uzbekistan, Vietnam serta Indonesia.
"Partispasi mahasiswa UI di berbagai kompetisi internasional merupakan salah satu wujud peran UI mengharumkan nama Indonesia di forum internasional melalui beragam pencapaian anak bangsa," katanya.
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara

Pelajar Luar Jabodetabek serbu Bedah Kampus UI 2011

Pelajar Luar Jabodetabek serbu Bedah Kampus UI 2011
Universitas Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Siapa yang tidak mengenal Universitas Indonesia.Kampus negeri yang berlokasi di Depok, Jawa Barat ini merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia.

Tak heran, banyak pelajar sekolah menengah dan sederajat bermimpi memiliki "yellow jacket", jas almamater Universitas Indonesia. Salah satunya adalah Farhan Fadjrulrahman, 16 tahun, pelajar pesantren Hayatan Tayyibah, Sukabumi, Jawa Barat.

"Saya datang sejak kemarin, kebetulan menginap di rumah teman yang tak jauh dari kampus UI," kata dia saat berbincang dengan republika Online, Sabtu (3/12).

Farhan berminat masuk jurusan Farmasi. Sebabnya, ia bersemangat untuk turut serta dalam Bedah Kampus UI 2011. Baginya, acara BKUI sangat membantunya untuk cari tahu informasi jurusan yang ingin diambilnya. Termasuk kemungkinan mendapatkan beasiswa."Ya, saya termasuk berprestasi mas, mungkin melalui BKUI, saya dapat informasi beasiswa masuk UI," kata dia.

Beruntung, Farhan akhirnya tahu informasi beasiswa yang ia inginkan. Ia pun berencana untuk mengurus kelengkapan syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa.

Sementara itu, dari pantauan Republika Online, dari 13 stand fakultas yang turut serta dalam BKUI dikerubungi para pelajar yang hendak mencari tahu tentang informasi jurusan yang diminati. Informasi yang diberikan cukup lengkap, dari materi kuliah, semester pendek, peluang beasiswa dan kegiatan yang ada di masing-masing fakultas.

Acara Bedah Kampus UI 2011 merupakan agenda rutin yang dilaksanakan civitas akademis Universitas Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada pelajar sekolah menengah dan sederajat dalam mencari informasi yang lengkap tentang Universitas Indonesia. Acara berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (3/12) dan Ahad (4/12). Sekitar 13.000 pelajar hadir dalam acara tersebut.
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Reporter: Agung Sasongko

IPB akan Buka Program Studi Obat Tradisional

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Institut Pertanian Bogor sedang menyiapkan dua program studi diploma III, yakni untuk Program Keahlian Supervisor Jaminan Mutu Obat Tradisional dan Program Keahlian Farmasi Bahan Alam

Kepala Pusat Studi Biofarmaka Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Prof Lathifah K Darusman dalam penjelasan yang diterima dari Humas IPB di Bogor, Senin, mengatakan bahwa rencana itu telah disampaikannya pada lokakarya kurikulum mengenai dua program keahlian tersebut.

Ia menjelaskan, lokakarya yang telah diselenggarakan pekan lalu (25/10) itu dimaksudkan untuk memperoleh masukan dari semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan usaha membentuk program studi D3 Jaminan Mutu Obat Tradisional dan Farmasi Bahan Alam.

Lokakarya tersebut dihadiri oleh kepala sekolah menengah farmasi (SMF) di Bogor dan sekitarnya, industri obat tradisional (IOT), industri kecil obat tradisional (IKOT) maupun industri rumahan obat tradisional, para petani/pelaku budi daya tanaman obat, pemangku kepentingan jamu, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kota dan Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, serta pengajar dan peneliti di lingkungan IPB.

Menurut dia, hadir dalam lokakarya itu Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Charles Saerang. Ia menjelaskan bahwa pembukaan program diploma (D-III) itu, dalam rangka mendukung "road map" (peta jalan) pengembangan jamu 2011-2025, Institut Pertanian Bogor (IPB) berkomitmen mempersiapkan sumberdaya manusia melalui pendidikan formal maupun informal.

"Untuk pendidikan formal, IPB sedang bersiap diri untuk membuka Diploma III dan berikutnya akan dipikirkan untuk level pascasarjana," katanya.

Dikemukakannya bahwa IPB sangat peduli untuk dapat berkontribusi dalam menciptakan sumberdaya manusia yang kompeten, khususnya dalam pengawasan produk berbasis bahan alam dan juga produksi serta pembudidayaan tanaman obat untuk dapat terciptanya produk obat bahan alam yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, Direktur Program Pendidikan Diploma IPB Prof Zairin Junior mengatakan, dengan dibukanya program pendidikan D-III itu, diharapkan dapat diciptakan tenaga ahli madya yang siap bekerja di IOT, IKOT, industri rumahani obat tradisional maupun di Industri farmasi yang menghasilkan produk bahan alam. Selain itu lulusan juga dapat bekerja sebagai mitra pemerintah khususnya dalam pengawasan /analis produk obat tradisional.

Mengenai sasaran sumberdaya manusia yang ingin dituju adalah para pelaku usaha, khususnya yang tergabung dalam GP jamu, karyawan dan pelajar dengan tingkat pendidikan minimal SMA dan sederajat, yang akan atau sedang bergerak di IOT, IKOT maupun industri rumahan obat tradisional, serta para petani/pelaku budi daya tanaman obat.

Sedangkan modal dasar yang telah dimiliki oleh IPB untuk pengembangan program studi D3 Supervisor Jaminan Mutu Obat Tradisional Farmasi Bahan Alam adalah sarana fisik kebun percobaan Pusat Studi Biofarmaka di Cikabayan seluas 3 hektare, laboratorium kimia di Pusat Studi Biofarmaka yang sudah dalam tahap akhir untuk proses akreditasi internasional.

Di samping itu, laboratorium pendukung lainnya di program studi diploma, di mana staf pengajar untuk program studi ini yang meliputi staf dosen dan peneliti Pusat Studi Biofarmaka yang keseluruhannya adalah dosen IPB dari berbagai multidisiplin serta praktisi yang kompeten di bidangnya.

Ketua GP jamu Charles Saerang menambahkan pentingnya keterampilan komunikasi ditambahkan dalam kurikulum untuk program studi tersebut.
"Kemampuan komunikasi penting agar para lulusannya nanti bisa diharapkan menjadi konsultan untuk industri-industri jamu di Tanah Air," katanya.
Redaktur: taufik rachman
Sumber: antara

Inilah Penyebab Mengapa Pelajar Kesulitan Memilih Program Studi

    
Inilah Penyebab Mengapa Pelajar Kesulitan Memilih Program Studi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Selepas menyelesaikan pendidikan menengah atau sederajat, seharusnya pelajar dapat menentukan pendidikan lanjutan yang diminati. Namun, tidak jarang masih ditemukan pelajar yang kesulitan memutuskan jurusan atau program studi apa yang hendak diambil.

Psikolog Pendidikan, Elok Dianike M.Mpsi, menuturkan situasi itu termasuk wajar dialami para pelajar. Sebab, dari segi usia mereka tengah mengalami tahapan psikologis berupa pencarian jati diri.

"Jadi tak heran bila minat mereka berubah seiring dengan dinamisasi perkembangan psikologisnya. Contoh saja, teman-teman minat dengan kedokteran, maka ia pun minat. Tak lama, niatan itu surut karena ada jurusan lain yang menarik minatnya," kata dia saat berbincang dengan Republika Online, Sabtu (3/12).

Selain perkembangan psikologis, lanjut Elok, sistem pendidikan di Indonesia hanya memprioritaskan mengejar prestasi akademis dengan memberikan kurikulum yang padat. Namun, sistem pendidikan tidak menopang minat dan pengenalan karir yang dibutuhkan pelajar. "Dua hal ini masih jarang diterapkan. Kalaupun ada hanya bersifat umum saja," kata dia.

Alasan lain, ada semacam stereotipe yang terbentuk dari orang tua dan lingkungan terhadap program studi. Akibatnya, pilihan anak menjadi terbatas, dan akhirnya memilih apa yang disukai lingkungan bukan dirinya. "Padahal, semua jurusan atau program studi itu sama," jelas Elok.

Dalam kasus poin ketiga, ungkap Elok, akan memberikan pengaruh bagaimana "rasa semangat" anak dalam menekuni pelajarannya. "Memang berhasil atau berprestasi, tapi ada perbedaan saat ia bekerja. Semangatnya itu tidak ada," ujarnya.

Untuk itu, Elok menyarankan agar para pelajar menggali potensi minat semaksimal mungkin bisa melalui diskusi, informasi dunia maya dan buku. "Harapannya, pelajar tak lagi bingung menentukan pilihan. Mereka akan yakin dengan pilihannya, melaksanakan sepenuh hati dan akhirnya berprestasi," pungkasnya.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Agung Sasongko

Selasa, 01 November 2011

Anies:pemuda Indonesia harus kuasai tiga bahasa


Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Jakarta (ANTARA News) - Pemuda Indonesia diharapkan menguasai paling tidak tiga bahasa untuk dapat bersaing di dunia internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dalam acara penganugrahan Beasiswa BMW di Kampus Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Jakarta, Senin.

"Anak-anak muda Indonesia paling tidak harus bisa tiga bahasa. Bahasa daerah, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, atau bahasa asing lainnya seperti Bahasa Mandarin atau Arab," kata Anies.

Menurut Anies, dengan menguasai tiga bahasa tersebut, pemuda Indonesia tidak akan kehilangan akar budayanya sekaligus mempunyai alat untuk menjadi bagian dari dunia.

"Kita mempunyai potensi untuk itu karena orang Indonesia bisa berbahasa banyak (bahasa daerah) sebetulnya," kata Anies.

Jika mempunyai kompetensi bahasa, maka kemampuan yang dimiliki pemuda Indonesia bisa dieskpresikan, kata Anies.

"Coba pemuda tidak bisa Inggris dibawa ke Singapura. Tidak akan kelihatan kalau dia pintar. Tidak akan kelihatan potensinya. Oleh karena itu, saya menganggap kenapa tiga bahasa itu sangatlah penting." Kata Anies setelah menyerahkan beasiswa BMW kepada tiga mahasiswa Universitas Paramadina.

Dalam kesempatan itu, BMW menganugrahkan beasiswa kepada Tiga mahasiswa pascasarjana Program Studi Komunikasi dan Studi Bisnis Universitas Paramadina terpilih dalam program BMW Indonesia Research and Technology Scholarship (Beasiswa Riset dan Teknologi)

Beasiswa selama empat semester tersebut diserahkan kepada Dyah Sulistyorini (LKBN ANTARA) dan Muhammad Nurgahmi Budiarto (Tribunnews) yang berprofesi sebagai wartawan, serta Muhammad Makmun di Kampus Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Jakarta, Senin.

"Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing merupakan salah satu pilar Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang diumumkan pemerintah awal tahun ini. BMW, sebagai produsen mobil mewah terbesar di dunia dalam enam tahun terakhir, sangat memahami apa yang diperlukan sebuah perusahaan untuk tetap berada sebagai yang terdepan, yakni sumber daya yang terampil dan profesional," kata Presiden Direktur BMW Indonesia Ramesh Divyanathan.

Program beasiswa ini bertujuan untuk memupuk bakat para generasi muda yang merupakan calon pemimpin bangsa, bukan hanya sebatas membekali mereka untuk bisa tampil di skala nasional melainkan juga memiliki rasa percaya diri serta ketrampilan yang diperlukan untuk menghadapi persaingan global, kata Divyanathan.(Antara)

Mahasiswa Indonesia di China kunjungi pabrik BMW

Pameran Pendidikan China yang digelar di Jakarta, Minggu (8/5) lalu. (ANTARA/Audy Alwi)
Jakarta (ANTARA News) - Mahasiswa Indonesia yang kuliah di China dan diberangkatkan melalui BLCI Mangga Dua Square Jakarta, baru-baru ini mengunjungi pabrik mobil BMW Billian Automotive Ltd serta pabrik pesawat terbang Shenyang Aircraft Corporation (SAC) di Kota Shenyang.

Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Shenyang Aerospace University (SAU) China mengunjungi dua perusahaan terkemuka yang berada di Provinsi Liaoning, China tersebut karena mereka nantinya akan magang kerja di tempat itu.

"Kedua Pabrik tersebut merupakan salah satu tempat mahasiswa SAU untuk magang termasuk bagi mahasiswa Indonesia," kata Ir Samuel Wiyono MBA dari BLCI Mangga Duia Square, Senin, sehubungan akan diadakannya Pameran Pendidikan China ke-13 di Jakarta yang diantaranya akan diikuiti SAU.

Menurutnya, SAU merupakan universitas pemerintah multidisiplin yg berdiri sejak 1952 di Shenyang ibukota provinsi Liaoning, China.

Selain memberikan kesempatan magang kerja, SAU juga menawarkan uang kuliah yang terjangkau misalnya uang kuliah gelar S1 dengan menggunakan pengantar bahasa Inggris hanya berkisar Rp23 jutaan per tahun.

“Sudah sewajarnya mahasiswa diberikan kesempatan untuk menerapkan ilmu yg didapatkan ke dalam dunia kerja seperti program magang di SAU ini sehingga akan berguna nantinya,” ujar Samuel di kantor BLCI Mangga Dua Square sepulang mengantar siswa ke China.

“Mahasiswa sangat terkesan setelah melihat langsung tempat dan fasilitas mereka magang nantinya dan mereka yakin lebih siap untuk terjun ke dunia kerja setelah lulus kuliah,” ujarnya

Pengantar Inggris

Kebanyakan mereka mengikuti program gelar S1, disamping ada pula yang hanya belajar bahasa Mandarin saja. Mereka umumnya kuliah gelar S1 Program studi International Trade Economics, Mechatronics, Telecommunication Engineering dan Aeronautics yang perkuliahanya mengggunakan pengantar bahasa Inggris.

“Jadi mahasiswa Indonesia yg belum menguasai Mandarin dapat langsung kuliah program gelar S1 tanpa harus belajar Mandarin dahulu. Namun mereka juga akan mendapatkan pelajaran Mandarin dalam kurikulumnya,” ujarnya.

“Dengan demikian waktu kuliah lebih singkat dan biaya lebih hemat. Selain itu mahasiswa diharapkan mampu menguasai bahasa Mandarin dan Inggris sekaligus nantinya, sebagai lulusan yg berkaliber internasional,” ujarnya.

Dalam Pameran Pendidikan “13th China Education Fair”, selain SAU juga dihadiri perguruan tinggi terkemuka China lainnya, dan beberapa diantaranya juga menawarkan kesempatan magang kerja di China.

Pameran itu akan diselenggarakan 5 dan 6 November di Mangga Dua Square Jakarta, di Hotel Horison Semarang 9 hingga 10 November dan di Hotel Tunjungan Surabaya pada 12-13 November.

“Pada pameran nanti SAU menawarkan gratis biaya aplikasi dan beasiswa langsung asrama bagi mahasiswa yang belajar bahasa Mandarin jika mendaftar pada saat pameran berlangsung serta memenuhi syarat,” jelas Samuel, selaku penyelenggara pameran.

Situs berusia 1.400 tahun ditemukan

Minggu, 23 Oktober 2011 16:00 WIB | 1754 Views
Lahat, Sumatera Selatan (ANTARA News) - Peneliti dari Balai Arkeologi Kota Palembang, Sumatera Selatan, menemukan dua situs baru di Kota Raya Lembak dan Desa Gunung Kaya, Kecamatan Pajarbulan, Kabupaten Lahat, yang diperkirakan berumur 1.000 hingga 1.400 tahun.

Peneliti Balai Arkeologi Kota Palembang, Kristantina Indriastuti, di Lahat, Minggu, mengatakan, penemuan baru di Desa Kota Raya Lembak berupa 28 artefak yang terdiri atas kampung megalit, tujuh bilik batu, empat lumpang batu, lesung batu, menhir atau batu tegak, dan 11 dolmen atau meja batu.

"Artefak tersebut diperkirakan berumur 1.400 tahun atau merupakan peninggalan abad ke-14," katanya.

Menurut dia, di lokasi yang sama juga ditemukan empat titralit atau batu bersusun, pahatan orang naik gajah, fragmen gerabah, dan keramik asing.

"Penemuan di Desa Gunung Kaya, Kecamatan Pajarbulan, Kabupaten Lahat berupa tempayan kubur, hasil penelitian penanggalan menunjukkan benda itu telah berumur sekitar 1.000 tahun atau merupakan peninggalan abad ke-10," ujar dia.

"Proses penentuan situs yang kami temukan dikenal dengan istilah dating atau penelitian umur suatu situs tempat ditemukan peninggalan arkeologi itu, dan dengan sampel arang yang dianalisis di laboraturium Badan Tenaga Aton Nasional Bandung," ujar dia.

Ia menjelaskan, penelitian untuk menentukan umur situs atau temuan megalit itu menggunakan sampel arang dengan metode radio carbon dating, dengan dukungan dana penelitian dari Balai Arkeologi Palembang sendiri.

"Untuk menemukan beberapa situs baru pada kedua daerah tersebut dibutuhkan waktu sekitar satu minggu melalui penggalian," kata dia.

Kristantina mengemukakan, selama ini cukup banyak hasil penemuan situs atau peninggalan megalitik di daerah Pasemah baik di wilayah Kabupaten Lahat maupun Kota Pagaralam.

"Bila dibandingkan dengan daerah lain, Lahat dan Pagaralam memiliki temuan situs paling banyak di dunia," ujar dia.

Penemuan situs purbakala di daerah atau negara lain, kata Kristantina, hanya satu atau dua jenis, sedangkan pada kedua daerah tersebut mencapai puluhan jenis dan bentuknya.

Dia mencontohkan, penemuan itu gerabah, kubur batu, dolmen, menhir, meja batu, ranjang batu, goa batu, megalit dan masih banyak lainnya.

"Belum lagi penemuan dua goa batu, kursi batu, megalit trimurti, dan kampung megalit di Dusun Mingkik, Kelurahan Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan baru-baru ini," ujar dia.

Bupati Lahat Saifudin Aswari Rivai mengatakan pemerintah daerah akan menganggarkan dana untuk meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan berbagai peninggalan sejarah termasuk situs, arca, dan kuburan batu di daerahnya.

"Ribuan penemuan situs dan megalit di Lahat sebagian besar sudah masuk dalam pengawasan BP3 Jambi. Sementara Pemkab Lahat hanya memfasilitasi dalam proses pembebasan lahannya," ujar dia.

Menurut dia, saat ini pemerintah daerah sudah melakukan berbagai program pembangunan untuk mendukung Lahat menjadi kawasan cagar budaya, termasuk menggalakkan promosi wisata sejarah. (ANT-127)

Mahasiswa Indonesia berguru ke Negeri Beruang Merah

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas hubungan Indonesia dan negara federasi itu. Beasiswa kepada mahasiswa Indonesia kerap diberikan setelah calon penerima lulus seleksi dan menyelesaiakan kursus bahasa Rusia. (REUTERS/Denis Sinyakov)
... Mental, fisik dan juga finansial harus siap. Teman-teman yang belajar di Rusia bagian tengah, seperti Yekaterinburg merasakan dinginnya Siberia yang mencapai minus 40 derajat Celsius saat musim dingin tiba....
London (ANTARA News) - Sebanyak tujuh orang mahasiswa baru Indonesia penerima beasiswa pemerintah Rusia tahun ajaran 2011/2012 tiba di Rusia untuk menimba ilmu di negeri itu. Mereka disambut Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia, di KBRI Moskow.

Sekretaris Dua Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, dalam keterangannya kepada ANTARA London, Minggu menyebutkan ketujuh mahasiswa tersebut akan belajar di tiga perguruan tinggi di tiga kota Rusia, yaitu Peoples' Friendship University of Russia (RUDN di Moskow, Ulyanov State University di Ulyanovsk, dan Kuban Technological University di Krasnodar.

Jurusan-jurusan yang dipilih seperti Foreign Area Studies, Political Sciences, Mathematics and Computer dan Oil and Gas Engineering baik progam bachelor (S-1) maupun master (S-2).  Bicara soal minyak dan gas, teknologi pengilangan dan eksploitasi sumber daya mineral Rusia ini sangat terkenal, terutama pada ladang-ladang minyak di Siberia yang bertemperatur sangat ekstrim dingin itu.

Kehangatan suhu musim semi di Moskow sekitar 10 derajat Celsius menyambut kedatangan mereka. Suhu tersebut tentunya terasa sangat dingin karena tiba dari Jakarta yang tiga kali lipat lebih hangat dari Moskow.

Kedatangan para mahasiswa ini merupakan gelombang kedua. Sebelumnya September lalu tiba empat orang mahasiswa baru. Direncanakan 25 Oktober mendatang akan tiba gelombang ketiga sebanyak 11 orang.

Menurut Andi Mardianza, mahasiswa program master Fakultas Geologi dan Geofisika, Gubkin Moscow State University of Oil and Gas dan juga pengurus Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), belajar di Rusia penuh dengan tantangan.

Selain harus menguasai bahasa Rusia, mahasiswa dihadapkan pada budaya dan iklim yang sangat berbeda dengan Indonesia. Diperlukan kesiapan mental dan fisik, terutama saat musim dingin tiba yang bisa mencapai minus 20 derajat Celsius bahkan lebih parah lagi.

"Mental, fisik dan juga finansial harus siap. Teman-teman yang belajar di Rusia bagian tengah, seperti Yekaterinburg merasakan dinginnya Siberia yang mencapai minus 40 derajat Celsius saat musim dingin tiba," ujar Andi Mardianza yang tiba di Rusia bulan September 2010.

"Selain belajar, kita juga di luar negeri sebagai duta bangsa yang harus menjaga nama baik bangsa Indonesia," katanya.

Pada 1950-1960-an ribuan mahasiswa Indonesia mengejar cita-cita di negeri Beruang Merah. Tradisi belajar di Rusia terus berlanjut seiring dengan pasang-surut hubungan kedua negara. Pada tahun ajaran 2011/2012 pemerintah Rusia memberikan 45 beasiswa kepada Indonesia. Jumlah ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya 35 beasiswa.

Saat ini jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia sekitar 100 orang yang belajar di berbagai perguruan tinggi di berbagai kota di Rusia, mulai dari bagian barat hingga timur jauh, seperti Moskow, St Petersburg, Tula, Rostov on Don, Voronezh, Volgograd, Yekaterinburg, Tomsk, Ufa dan Vladivostok.

Jurusan yang ditekuni beraneka ragam mulai dari bahasa dan sastra Rusia, ekonomi, hukum, kedokteran, teknik, junalistik, minyak dan gas, navigasi kelautan dan ilmu-ilmu eksakta lain. Selain melalui jalur beasiswa pemerintah Rusia, terdapat pula yang belajar atas biaya sendiri.

Jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia belum berarti apa-apa jika dibandingkan dengan jumlah warga negara Indonesia secara keseluruhan dan juga negara sesama ASEAN lainnya. Jumlah mahasiswa Malaysia di Rusia sekitar 3.000 orang dan mahasiswa Vietnam sekitar 4.500 orang. (ZG)