Welcome to Iamfauzie.blogspot.com - Welcome To My Blog's - Welcome to Iamfauzie.blogspot.com - Welcome To My Blog's - Welcome to Iamfauzie.blogspot.com - Welcome To My Blog's - Welcome to Iamfauzie.blogspot.com - Welcome To My Blog's
Tampilkan postingan dengan label Informasi Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Palestina. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2011

Bocah Ini Meninggal Tersedak Rambutan

TEMPO Interaktif, : -Siapa yang menyangka rambutan bisa menjadi penyebab kematian seseorang. Tapi peristiwa mengharukan ini terjadi pada Lisa, bocah berusia dua tahun di Desa Siwalan, Sawahan, Nganjuk, Jawa Timur. Anak perempuan pasangan Prapto dan Yanti ini meninggal karena tersedak menelan buah rambutan. "Lisa memang senang rambutan, apalagi sekarang lagi musim," kata Yusuf, kerabat korban, Kamis 15 Desember 2011.


Kebetulan memang daerah itu sedang musim rambutan. Sang anak tengah sendirian di ruang tamu sembari makan rambutan. Yanti sedang masak di dapur. Sedangkan ayahnya berangkat bekerja.

Yanti sesekali menengok anaknya yang asik makan rambutan itu. Mendadak Lisa menangis. Yanti mencoba menenangkan sang anak yang terus memegangi lehernya. Rupanya balita mungil itu menelan sebuah rambutan beserta bijinya sekaligus.


Sigap Yanti melarikan anak itu ke Pusat Kesehatan Masyarakat terdekat. Sang anak terus menangis di sepanjang jalan. Tak sampai ke Pusat Kesehatan Masyarakat, Lisa menghembuskan nafas terakhir.

Polisi yang tiba di lokasi segera memvisum jasad Lisa yang terbaring di Pusat Kesehatan Masyarakat. Namun tak ada tanda penganiayaan berdasarkan pemeriksaan fisiknya. "Ini murni akibat menelan rambutan," kata Kepala Unit Kepolisian Sektor Brebek Ajun Inspektur Satu Supali.

HARI TRI WASONO

Minggu, 09 Oktober 2011

Keluarga Tahanan Palestina di Yerusalem Lakukan Demo di Masjid Al-Aqsha



Keluarga dari tawanan Palestina di Yerusalem menggelar aksi protes di Masjid al-Aqsha setelah shalat Jumat kemarin di luar Kubah Batu.
Demonstran memegang foto orang yang mereka cintai yang masih ditahan di penjara-penjara pendudukan Israel dan menyerukan kepada orang-orang Arab dan Muslim dunia untuk melakukan kampanye pembebasan mereka dan tidak mengabaikan masalah mereka.
Mereka meneriakkan tuntutan untuk membebaskan keluarga mereka yang dipenjara Israel , dan menyerukan masalah tawanan menjadi fokus perhatian terutama karena para tahanan telah melakukan aksi mogok makan di semua penjara pendudukan Israel selama sepuluh hari terakhir.(fq/pic)

Palestina di Hati Pemuda Indonesia

http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/06/1.jpg
Islamedia - Aula Masjid Al Ikhlas, Jati Padang  Jakarta Selatan menjadi saksi berkobarnya semangat pemuda Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.  Para pemuda  yang mayoritas merupakan utusan dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Jawa ini berhimpum menyatu dalam acara seminar Pemuda dengan tema “Satu Cinta Satu Jiwa Untuk Palestina”. Seminar Pemuda ini diselenggarakan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) yang berlangsung pada hari Minggu 19 Juni 2011 dari pagi pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara ASPAC (Asia Pacific Community Conference for Palestine) yang puncaknya akan berlangsung pada tangal 29 Juni 2011 di Jakarta Convention Centre.

LDK Jama’ah Shalahuddin UGM sebagai salah satu lembaga yang aktif menggerakkan isu Palestina di tataran LDK Nasional juga turut serta berpasipasi dalam seminar tersebut. Dua kader JS  (Jama’ah Shalahuddin) yaitu Arif Nurhayanto (Koor. Tim FSLDK) dan Candra Nunus A. (Tim FSLDK) menjadi delegasi JS dalam kegiatan tersebut. JS juga diundang untuk menyampaikan kegiatan-kegiatan dan profil wajihah Palestina di UGM.

Acara yang dihadiri kurang lebih dua ratus peserta ini dimulai dengan sebuah pemaparan tentang peran pemuda untuk Palestina.  Sesi pertama ini langsung disampaikan oleh perwakilan dari Kemenlu Palestina, yaitu Syeh Ziad Abu Zaid yang juga merupakan warga asli kelahiran Gaza. Kobaran semangat terlihat begitu nyata dirasakan semua yang hadir saat beliau menyampaikan orasinya yang khas seperti pejuang Palestina. Hal ini membuat seluruh ruangan secara bergelombang menggemakan takbir secara serentak. Di awal  penyampaian beliau memantik peserta dengan menghadirkan sejarah masa silam islam yang penuh kejayaan. Yang mana hampir semua aktor utama dari kejayaan islam kala itu adalah para pemuda. Nabi Ibrahim menyampaikan islam pada saat masih sangat muda. Begitu pula Muhammad Al Fatih yang memimpin pasukan menaklukan Konstatinopel saat masih berusia 17 tahun. Syeh Ziad Abu Zaid juga meminta agar para peserta yang hadir nantinya mau berjuang untuk menyebarkan berita yang sesungguhnya terjadi di Palestina sehingga masyarakat  mau berempati dengan apa yang mereka alami.

http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/06/2.jpg

Selanjutnya sesi seminar yang kedua dimulai pukul 11.00 WIB. Materi yang dibahas yaitu data dan fakta Zionis di Indonesia. Pembicara kali ini berasal dari dalam negeri yaitu H. Ridwan Saidi. Beliau merupakan penulis buku “Fakta dan Data Yahudi di Indonesia Dulu dan Kini”. H. Saidi banyak menyoroti pemerintahan sejak Orde Baru hingga saat ini yang memberikan peluang tumbuh suburnya lembaga atau jaringan Yahudi di Indonesia. Seperti Rotary Club dan Lions Club. Berbeda dengan masa pemerintahan bung Karno yang amat tegas menolak kehadiran Yahudi di Indonesia. Dahulu presiden Soekarno membubarkan seluruh jaringan Yahudi di Indonesia.  Namun setelah Orde Baru jaringan-jaringan ini kembali muncul. Beliau juga berpendapat bahwa JIL (jaringan islam liberal) yang ada di Indonesia merupakan  organisasi yang disusupi ideologi zionis yahudi. Sedangkan di dunia internasional sekarang, zionis menyusup lewat pemerintahan komunis Cina. Penyampaian dari beliau ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab. Peserta sangat antusias merespon pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Bapak Saidi.

http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/06/3.jpg

Setelah sholat dhuhur acara dimeriahkan dengan penampilan tim nasyid Izzatul Islam (Izzis). Izzis membuka dengan lagu berjudul Gaza. Dalam aksinya Izzis membawakan empat buah lagu untuk menggugah semangat para peserta sekaligus menciptakan nuansa baru di ruang seminar setelah sebelumnya peserta fokus dengan materi  yang disampaikan narasumber.  

Seusai Izzis melantunkan nasyid, sesi seminar dilanjutkan dengan materi “Palestina Pasca Revolusi Arab” dengan pembicara langsung dari Gaza. Beliau adalah Syeikh Abu Mukmin yang merupakan salah satu juru kunci pemerintahan HAMAS. Beliau merupakan perwakilan dari Kementerian Informasi Palestina. Syeikh Abu menyatakan bahwa pasca terjadinya revolusi di dunia Arab khususnya di Mesir, eksistensi zionis Yahudi yang menduduki Palestina akan segera berakhir. Pasca revolusi Mesir, merembak tuntutan-tuntutan untuk membebaskan Palestina di kawasan jazirah Arab. Kemudian dari internal pemerintahan Palestina sendiri dua faksi yaitu Hamas dan Fatah saat ini sudah bersatu untuk membahas masa depan Palestina.

http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/06/4.jpg

Selain itu, lelaki asli kelahiran Gaza ini juga memaparkan tanda-tanda kebangkitan Palestina. Salah satunya adalah tingginya tingkat kelahiran di Palestina utamanya di Gaza. Angka kelahiran bayi di Palestina merupakan tingkat kelahiran bayi tertinggi di dunia. Dengan 300 ratus lebih kelahiran bayi setiap harinya. Beliau juga memaparkan bahwa 23 anggota keluarganya sudah syahid karena ulah zionis laknatullah. Saat ditanya bagaimana kondisi saat ini di Gaza, beliau mengatakan bahwa hingga detik ini Gaza sangat membutuhkan obat-obatan. Persediaan obat-obatan di sana sangat minim.

Ba'da sholat ashar acara dilanjutkan dengan presentasi profil wajihah ke-Palestinaan di kampus-kampus yang diwakili oleh JS UGM, Salam UI, STAN, UPI dan SEBI kemudian dilanjutkan dengan diskusi pemuda. Dari JS UGM diwakili oleh Arif Nurhayanto yang mempresentasikan profil Forsip Gama (Forum Solidaritas Palestina Universitas Gadjah Mada). Dalam presentasinya dia menjelaskan tentang visi, struktur, kegiatan yang telah dilakukan dan program kerja ke depan. Forsip Gama sendiri berada di bawah naungan LDK Jama’ah Shaluddin yang di ditempatkan di dalam struktur Tim FSLDK yang kini mengampu fungsi BK Isu Dunia Islam FSLDK Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan antara lain workshop aksi kemanusiaan, kajian, pameran foto, pemutaran film Palestina, Tabligh Akbar serta penggalangan dana secara berkala di UGM dan di Jogja. Dia juga menjelaskan bahwa beberapa bulan ke depan JS UGM akan menggelar kegiatan akbar bertaraf nasional untuk Palestina.  

http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/06/5.jpg

Acara selanjutnya adalah sesi diskusi dan sharing dengan seluruh peserta yang hadir. Diharapkan nantinya kampus-kampus yang belum ada wajihah Palestina, ke depan mampu untuk mendirikan komnitas-komunitas serupa seperti Space (Salam Palestine Centre) di UI, SSP (SEBI Solidarity for Palestine) di SEBI dan Forsip Gama di UGM sebagai wadah untuk menggalang persatuan demi memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.[arif.n]

Harapan Solusi Palestina dan Israel Yang Gelap

Ahmad Khalil

Sebuah jajak pendapat tentang opini publik Israel menunjukkan bahwa 66% warga Israel tidak yakin adanya kemungkinan tercapai perdamaian dengan Palestina, jangka pendek atau panjang. Jajak pendapat ini dilakukan oleh Mina Tasmih di lembaga studi Dahava yang mengungkap bahwa 55% warga Israel tidak setuju dengan kesepakatan damai yang mensyaratkan Israel hengkang dari wilayah jajahan perbatasan 67, meski tetap permukiman yahudi masih dikuasai Israel.
Di pihak Palestina, tidak ada prosentase berapa yang meyakini peluang tercapainya perdamaian dengan Israel dalam jangka pendek atau panjang. Namun ada dua program di gerakan nasional Palestina yang berbeda; PLO dengan dipimpin Fatah yang sudah 18 tahun masuk dalam kancah perundingan dengan Israel. Selama itu pula yang ada hanya peminggiran PLO, penghancuran pengorbanan bangsa Palestina, mengubah pejuang Palestina menjadi penjaga keamanan Israel. Di sisi lain, ada program Hamas yang merepresentasikan sikap gerakan internasional Ikhwanul Muslimin.  Dari sisi esensinya, gerakan ini menyerap sikap-sikap aliran politik Islam dan nasional kebangsaan lainnya yang menyimpulkan bahwa pendirian negara dilakukan di atas negara yang sudah berhasil dibebaskan dari tanah Palestina meski sebagian tanpa mengakui Israel dan tidak boleh melepaskan diri dari perjuangan perlawanan untuk membebaskan seluruh wilayah Palestina lainnya yang masih terjajah.
Jelas, bahwa kondisi riil dan status quo di masyarakat Palestina membuktikan bahwa tidak ada keyakinan adanya peluang akan tercapai solusi dengan Israel, minimal dalam jangka dekat dan menengah. Keyakinan justru semakin kuat dengan strategi solusi “satu negara” Palestina yang didirikan di atas puing-puing kehancuran negara Israel zionis rasis. Negara Palestina itu akan menjadi negara demokrasi sipil yang warganya memiliki hak dan kewajiban yang sama.
Yang dituntut dari elit gerakan nasional Palestina adalah mengilhami program nasional yang berdasarkan dimensi Arab dan mempercepat penerapan kesepakatan rekonsiliasi nasional, mengambil langkah terpenting untuk merapikan internal Palestina yang bisa mengayomi masyarakat serta menyiapkan kondisi menghadapi tuntutan-tuntutan ke depan. Pada saat yang sama, faktor-faktor ketegangan dan kebuntuan internal harus dihilangkan dengan menjaga semangat kebebasan demokrasi dan gelaran pemilu. (bsyr)

Palestina Kembali Satukan Arab dan Palestina


  Rakan Majali
Kelemahan, rendah diri, kecenderungan egoisme, dan nafsu kepentingan sempit pada hakikatnya yang memecah belah dalam lingkup entitas-entitas nasionalisme dan kebangsaan. Semua orang sepakat, pemikir atau orang sederhana bahwa perpecahan ini sumber bencana.
Di awal tahun 1950an - saat itu Menteri Pertahanan Israel dijabat Simon Peres si gagak perdamaian, dan bukan merpati perdamaian seperti yang dipropagandakan barat yang memberinya nobel perdamaian -  saat itu Peres bersama Perancis bekerja dengan intens mempersenjatai diri dengan bom atom dan perencanaan pembangunan reaktor nuklir Dimona Israel. Sang guru saat itu, Ben Gurion mengatakan bahwa semua senjata canggih yang dimiliki Israel bahkan senjata nuklir sekalipun hanya menjadi “senjata kedua” dari sisi urgensinya dan efektifitasnya jika dibanding dengan senjata “politik belah bambu” bangsa Arab dan Palestina.
Kemenangan militer Arab dalam perang Oktober 1973 melawan Israel yang saat itu unggul dalam persenjataan, bukan karena mengandalkan berubahnya kemenangan militer kepada kekalahan politik di tengah pimpinan Anwar Sadat, namun yang lebih menakutkan Israel – seperti yang disampaikan oleh elit Israel dalam memo-memonya saat itu – adalah karena Arab semuanya bersatu dengan semangat dan bangga untuk memenangkan pertempuran militer yang dianggap sebagai balasan atas kekalahan telak di perang tahun 1967.
Bangsa Arab belum pernah bersatu sebagaimana saat itu. Setiap warga Arab saat itu berharap bisa menjadi pasukan cadangan dan pasukan sukarela dalam perang tersebut dan setiap pemerintahan saat itu bercita-cita memberikan sesuatu saat itu.
Sejak hari-hari itu, berbagai manuver dan kelalahan politik semakin memperparah perpecahan Arab dan Palestina di tengah sikap memelas dalam solusi perundingan palsu dengan syarat yang ditetapkan Israel dan Amerika.
Tidak berlebihan jika kita katakan bahwa batas minimal politik Palestina untuk melangkah ke PBB dan mengembalikan isu Palestina ke lingkup dunia internasional dianggap sebagai langkah terpaksa, pesimis dan putus asa. Kenapa? Sebab langkah ini diharapkan ada negara yang masih berada di luar lingkup pengaruh zionis dan barat sehingga bisa mengembalikan nilai-nilai legalitas hukum dan moral serta kemanusiaan internasional.
Pertarungan politik Palestina untuk meminta keanggotaan penuh di PBB sudah berhasil mengembalikan spirit dan simpati terhadap isu Palestina dan manusianya serta bangsa Arab. Bukan berangan-angan jika dikatakan bahwa langkah itu telah menyatukan bangsa Palestina yang berusaha mencari keuntungan politik setelah mengalami kerugian politik dalam perundingan sejak Oslo hingga sekarang. Bisa jadi isu ini juga akan memberikan ruang dan peluang bagi politik Palestina dan Arab untuk membuka alternatif dan cara-cara lebih luas di luar mainstream perundingan. Apalagi di tengah sikap Israel dan Amerika yang terus menerus melecehkan umat demi menghempaskan isu Palestina, alih-alih mencarikan solusi untuk memberikan hak minimal kepada bangsa Palestina.
Arab dan Palestina bersatu dalam sebuah langkah. Rekonsiliasi yang ditekan Hamas dan Fatah beberapa bulan lalu merupakan pondasi langkah politik bagi Palestina untuk melangkah lagi ke PBB. Adapun rekonsiliasi ini yang belum diterapkan di lapangan kami menilai sebagai taktik politik tidak lebih dalam rangka membagi peran untuk meminimalisir permusuhan Israel, Amerika dan barat atas langkah Palestina ke PBB ini, karena jika Hamas menjadi bagian dari otoritas Palestina maka permusuhan mereka akan lebih kuat. Itu menurut kami. Sebab setelah rekonsiliasi otoritas Palestina dan Hamas di Kairo, Israel dan Amerika mengancam tidak akan berinteraksi dengan otoritas Palestina jika Hamas bergabung.
Kesimpulannya, semua negara Arab dengan ikhlas dan serius mendukung tuntutan bergabungnya Palestina menjadi anggota PBB, semua komposisi politik Palestina mendukung langsung atau tidak atas tuntutan ini untuk mengambil hak aksiomatis Palestina yang barangkali membuka harapan lebih baik. Barangkali itu menjadi langkah pertama dari 1000  mil langkah menuju pembebasan Palestina. (bsyr)